Saturday, January 22, 2011

Penduduk Amerika dan Eropa Terancam Punah

Di Amerika dan Eropa, para pemuda-pemudinya lebih memilih freesex dan aborsi daripada harus menikah. Karena menurut mereka, menikah itu mengekang kebebasan, capai mengerjakan tugas-tugas rutin, dan keruwetannya setelah menjalani kehidupan pernikahan itu sendiri. Tidak heran jika pemerintah di sana memberikan subsidi kepada penduduknya yang mau punya anak. 
Berita ini memang sengaja ditutup-tutupi oleh mereka agar kebobrokan mereka tak tampak dari luar. Hal itu sungguh kontradiktif jika dibandingkan dengan Indonesia. Pemerintah kita malah menggencarkan program KB dengan alasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semestinya pemerintah kita tidak usah khawatir akan rezeki penduduknya khususnya penduduk-penduduk yang baru lahir. Bukankah Tuhan telah menciptakan setiap manusia itu lengkap bersama rezekinya yang kelak akan dia makan di dunia nanti? Sungguh di balik program KB terdapat kepentingan-kepentingan asing yang takut akan pesatnya pertumbuhan penduduk Indonesia. Terlebih lagi penduduk Indonesia adalah mayoritas muslim. Saya yakin beberapa dasawarsa lagi Indonesia akan menyalib Amerika di posisi ke-3 sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia setelah Cina dan India. 

Mungkin itu salah satu alasan mengapa mereka sangat risau dengan pertumbuhan penduduk Indonesia. Ayo rakyat Indonesia kita kembali ke pepatah lama, "Banyak anak, banyak rezeki". Karena Alloh tidak akan menciptakan setiap makhluk yang melata di muka bumi ini kecuali dengan rezekinya. Dan jangan takut untuk menikah muda, karena di saat umur mudalah, di saat puncak-puncaknya produktivitas untuk melahirkan generasi-generasi harapan yang kelak akan mewarisi negeri ini dan menjayakan Islam di akhir zaman nanti.

No comments:

Post a Comment